KH Sofialah Muhajir: Reuni 212 Masih Dalam Koridor Konstitusi

Kamis, 07 Desember 2017 | 19:42
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SEJUK: KH Sofialah Muhajir dalam sebuah acara. Foto: Riyadhul Jannah Padang Ati for INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pengasuh Pondok Pesantren Ar Raudhah, Pandeglang KH Sofialah Muhajir berpesan agar umat muslim senantiasa menunjukkan sikap akhlakul karimah dalam menghadapi setiap persoalan yang muncul.

”Hendaknya kita tetap bersikap santun dan memilih cara-cara yang tetap konstitusional,” kata KH Sofialah Muhajir kepada INDOPOS di Jakarta, Kamis (7/12)

Muhajir perlu menyampaikan pesan ini mengingat banyaknya pihak-pihak yang terus mendeskreditkan pergerakan umat Islam, terutama pasca Reuni 212 yang diikuti jutaan umat muslim Indonesia.     

”Kita lihat bagaimana gerakan 212 di tahun 2016 lalu, dan Reuni 212 yang baru dilaksanakan kemarin menunjukkan kedewasaan umat dalam bersikap. Semuanya dalam koridor konstitusi dan  akhlakul karimah,” kata kyai yang juga pengasuh Riyadhul Jannah Padang Ati itu.

Dia juga mengingatkan, bahwa umat Islam juga manusia yang punya banyak keterbatasan, termasuk batas sabar. Untuk itu, Muhajir berharap agar semua pihak menahan diri untuk tidak memberikan statement yang justru membuat polemik makin berkepanjangan, apalagi melukai perasaan umat.

Dia melihat, kegiatan Reuni 212 lalu tidak sedikit yang mengaitkannya dengan agenda Pilpres 2019.  ”Menurut saya, itu tudingan yang salah. Reuni ini adalah murni gerakan umat muslim yang jauh dari agenda politik. Dan semuanya itu dilakukan sesuai aturan. Dan  saya kira Reuni 212 ini seharusnya bukan sesuatu yang harus diributkan,” kata Muhajir.

Muhajir khawatir, orang-orang yang datang ke Reuni 212 karena ghirah perjuangan, mereka justru merasa terlukai dengan statement yang memojokkan.

”Jangan sampai umat muslim Indonesia makin terluka dengan statement-statement memojokkan. Apalagi, selama ini dalam beberapa kasus, mereka sudah terluka karena ulama dilecehkan, agama dinistakan, sementara proses hukumnya sangat lambat bahkan dipetieskan. Justru sebaliknya, kasus-kasus lainnya yang menimpa umat Islam begitu cepat di'tuntaskan',” tandas Muhajir. (wsa)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%