Bareskrim Tangkap Penghina Islam dan Al Quran

Kamis, 07 Desember 2017 | 09:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses.

INDOPOS.CO.ID - Kasus penistaan agama kembali menyeruak. Kali ini Badan Reserse Kriminal  (Bareskrim) Mabes Polri mengamankan seorang terduga penghina agama Islam dan Alquran berakun Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses (52), Selasa (5/12) lalu. Abraham cukup terkenal di media sosial sebagai mantan penganut Islam alias murtadin yang kemudian menjadi pendeta.

Banyak ujaran kebencian yang diunggah di media sosialnya, salah satunya unggahan pada (12/11) pukul 06.30. Judul unggahan itu adalah Sayembara 11. Dalam status media sosialnya itu tertulis, Abraham menyebut Allah SWT adalah delusi, karena nabi sebelumnya tidak mengenalkan nama Allah SWT kepada umatnya.

Dalam situs berbagi video, Abraham muncul berulang kali. Salah satunya, saat dia menjadi penumpang sebuah taksi online. Dalam video tersebut terlihat Abraham  mengajak sopir untuk beralih agama. Dia juga membuat buku berjudul Kesaksian Saifuddin Ibrahim yang disebut-sebut banyak konten ujaran kebencian atau hate spech.

Selain itu,  ada  juga sebuah video putra Abraham. Dalam video tersebut, ketiga putra Abraham berupaya menasehati ayahnya yang keluar dari agamanya. Informasi yang dihimpun dari berbagai situs, Abraham juga disebut sebagai mantan pengurus salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Brigjen Fadil Imran mengatakan, memang telah menangkap Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moes di rumahnya di Jalan Kh Hasyim Ashari, Buaran Indah, Tangerang. ”Subdit II yang melakukan penangkapan,” ujarnya.

Pidana yang diduga dilakukan adalah memposting ujaran kebencian terhadap agama tertentu. Diduga melanggar pasal 28 ayat 2 undang-undang 19/2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. ”Saat ini masih dilakukan pemeriksaan pada yang bersangkutan,” ujarnya pada media ini, Rabu (6/12).

Penyidik juga telah melakukan penggeledahan di rumahnya, terdapat sejumlah barang bukti yang didapatkan, salah satunya sebuah handphone yang diduga digunakan untuk mengunggah konten ujaran kebencian. ”Kami masih mendalaminya,” jelasnya.

Sebelumnya, Bareskrim menangkap Cahyo Gumilar yang diduga melakukan ancaman dan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi. Terdapat sebuah foto yang diedit tampak tiga orang, yang salah satunya sedang ditodong senjata dan sebuah pisau. Orang yang ditodong itu wajahnya mirip dengan Jokowi. (idr)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
100%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%