Menanti Kelanjutan Babak KPK Vs Setnov

Selasa, 14 November 2017 | 19:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : image

INDOPOS.CO.ID - KPK telah resmi mengagendakan pemanggilan tersangka kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto pada Rabu (15/11) besok. Terakhir lembaga antirasuah memanggil Setnov pada senin (13/11) namun seperti yang telah publik ketahui, Ketua Umum Golkar tersebut mangkir. Secara akumulatif, sudah tiga kali Setnov tidak memenuhi panggilan KPK.

Sementara itu, pada Rabu besok DPR RI akan menggelar sidang paripurna untuk membuka masa sidang kedua DPR tahun sidang 2017-2018. Setnov selaku Ketua DPR dikabarkan siap memimpin sidang pembukaan tersebut. Namun untuk hadir di KPK menurut Staff khusus Setnov Yahya Zaini belum mengetahui bosnya akan hadir atau tidak.

"Biasanya beliau (Setnov) setiap pembukaan (sidang) hadir ya, kalau pembukaan biasanya ketua kan dan biasa ada wakil-wakilnya kecuali kalau beliau sakit, baru diganti," ujar  di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Melihat bentroknya agenda Ketua DPR, kemungkinan besar Setnov bakal mangkir lagi dari panggilan KPK besok. Kemudian ditambah dengan pernyataan Setnov dalam surat yang beberapa waktu lalu dilayangkan kepada KPK bahwa dia akan hadir ketika mendapatkan izin dari Presiden Jokowi.

"Disebutkan aturan bahwa penyidik yang memanggil anggota DPR RI harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan pasal 224 ayat (5) dan pasal 245 ayat (1) UU MD3 yang sudah diuji materi MK. Disebutkan juga Putusan MK RI No. 76/PUU-XII/2014 tanggal 22 September 2017," isi kutipan surat tersebut.

Hal itu juga kembali ditegaskan Yahya yang mengatakan sampai sekarang karena sudah bersurat kepada KPK yang merupakan pedoman Setnov, pihaknya tetap menunggu izin dari Jokowi. "Setahu saya gitu to (menunggu izin Presiden)," kata Yahya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, mangkirnya koleganya itu disinyalir karena KPK telah mengajarkan kepada publik terkait ketidak hadirannya dari beberapa panggilan Pansus Hak Angket KPK.

"Kalau KPK tidak mau datang ke panggilan angket, maka ini tontontan yang merupakan ajakan kepada masyarakat untuk jangan taat pada hukum. Jadi jangan salahkan kalau ada orang yang diajak datang ke KPK namun mangkir," tukasnya. (jaa)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%