Amien Rais Minta Buni Yani Dibebaskan

Selasa, 14 November 2017 | 15:13
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
TUNTUT VONIS BEBAS: Massa mendengarkan orasi saat sidang putusan Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Arsip Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat

INDOPOS.CO.ID - Ketua Pembina Presidium Alumni 212 Amien Rais turut hadir dalam persidangan putusan vonis terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE, Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Arsip Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11).

Sebelum memasuki ruang persidangan, Amien Rais tampak berorasi di depan ratusan masa aksi yang membela dan menuntut Buni Yani dibebaskan. Dijelaskan Amien, kedatangannya ke persidangan ini untuk menyaksikan vonis yang akan dijatuhkan hakim kepada Buni Yani, yang dianggap telah melakukan ujaran kebencian.

”Saya datang kesini untuk menyaksikan vonis yang dijatuhkan kepada saudara Buni Yani yang dianggap telah melakukan pelanggaran ITE, ujaran kebencian dan lain-lain," ungkap Amien.

Amien juga mengatakan, ia menyampaikan terimakasih kepada Buni Yani yang telah berjasa memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya umat Islam.

”Nah menurut versi saya, saya justru berterima kasih pada Buni Yani, karena Ahok (panggilan Basuki, Red) kalau tidak dihentikan bisa memecah belah umat beragama makin parah lagi,” terang juga mantan Ketua MPR RI ini.

 

Karena itu, Amien meminta kepada majelis hakim untuk membebaskan dan membatalkan vonis yang dijatuhkan kepada Buni Yani. ”Lebih baik vonis Buni Yani dibatalkan atau dibebaskan," tandasnya.

Sebelumnya Buni Yani dijerat oleh Jaksa Penuntut Umum dengan Pasal 32 Ayat 1 jo Pasal 48 Ayat 1 Undang-Undang RI nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Undang - Undang RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Karena perbuatannya itu, Buni Yani dituntut oleh jaksa dengan penjara selama dua tahun penjara. Selain itu, dia terancam dikenakan denda Rp100 juta subsider tiga bulan masa kurungan penjara. (rmn/jpg)

Penulis : Ali Rachman Editor : Syaripudin
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%