Tidak Ada Ampun bagi Penyerang Kemendagri

Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : istimewa

INDOPOS.CO.ID - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa pelaku penyerangan dan pengrusakan di kantor Kementerian Dalam Negeri harus diposes sesuai aturan hukum yang berlaku.

 
“Penyerangan di Kemendagri ini prinsipnya terjadi pidana. Pidana harus diproses,” ujarnya di hadapan wartawan usai rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, Kamis (12/10) sore.
 
Menurutnya meski pelaku pengrusakan adalah para pemrotes hasil Pilkada di Tolikara, Papua, mereka juga kecewa dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan memenangkan bukan pasangan calon yang mereka dukung, tetap saja perbuatan mereka salah di mata hukum.
 
”Tetap akan kita proses, namun untuk pembelajaran kedepan, kembali akan kita lihat akar masalahnya dulu,” terangnya.
 
Tito menjelaskan, akar masalahnya adalah terjadi kontestasi politik yang menurutnya kurang sehat di kawasan Papua. Terkait hal itu pihaknya meminta agar seluruh stake holder yang ada untuk ikut membantu mendinginkan suasana.
 
“Kita minta Kapolda, pak Pangdam, pak Gubernur, MRP, DPRP untuk menenangkan masyarakat Tolikara, Intan Jaya, Puncak Jaya, Yapen dan Kabupaten Jayapura yang mengalami pemungutan suara ulang agar kejadian semacam itu tidak semakin melebar,”katanya.
 
Meski sudah ada ada 15 orang terduga yang telah diamankan Polda Metro Jaya, namun sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
 
“Masih diperiksa, nanti kalau semua sudah selsai maka akan diungkap,”pungkasnya.  
 
Sebelumnya Kerusuhan pecah di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Kantor  Kementerian Dalam Negeri diserang sekelompok orang, Rabu (11/10) petang sekitar pukul 15.00 WIB.
 
Mereka menghancurkan sejumlah pot bunga, melempari gedung dengan batu. Bahkan mengejar sejumlah pengamanan dalam Kementerian Dalam Negeri menerobos masuk ke dalam areal perkantoran.
 
Massa diketahui berasal dari pendukung salah satu pasangan calon Bupati Tolikara, Papua, yang sudah dua bulan terakhir berada di depan Kemendagri. Secara tiba-tiba mereka berhasil menerobos masuk, memanfaatkan kelengahan pengamanan dalam Kemendagri yang setiap hari berjaga-jaga di pagar depan. (sla)
Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%