MAKI Desak Menhub Batalkan Proses Seleksi Calon Dirjen Hubla

Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:54
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Berdasar pengumuman seleksi calon Direktur Jenderal Perhubungna Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan RI terdapat nama Johnson Williang Sutjipto lolos nomor dua pada seleksi calon Dirjen Hubla. Menurut Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, nama tersebut tercantum pada Panama Papers.

"Terlepas benar tidaknya Panama Papers, semestinya Pansel tidak meloloskan Johnson Williang Sutjipto. Kami tetap menghormati azas praduga tidak bersalah, namun apapun Pansel semestinya menghindari persoalan-persoalan yang berpotensi bermasalah di kemudian hari," kata dia kepada Indopos, Rabu (11/10).

Disamping itu, lanjut dia, Johnson Willian Sutjipto adalah pemilik perusahaan PT Mariana Bahagia selaku pemborong 6 kapal tol laut yang akan selesai akhir 2017. "Dengan demikian akan berpotensi konflik kepentingan dimana bisa saja proyek mundur atau bisa saja tidak sesuai spesifikasi sehingga akan sulit bila jadi Dirjen Hubla maka Johnson Wiliang akan obyektif menerima penyerahan kapal tol laut. Istilahnya Pemberi dan Penerima orang yang sama maka jika ada kekurangan berpotensi tetap diterima," jelas Boyamin.

Johnson Wiliang bisa saja berdalih telah mundur dari Direksi PT Mariana Bahagia, tetapi apapun dia adalah pemilik perusahaan sehingga akan berpotensi benturan kepentingan.

"Kami mendesak Menteri Perhubungan untuk membatalkan proses seleksi dan mengulang seleksi yang sebelumnya telah mendapat SK dari Presiden bahwa Dirjen Hubla boleh diisi dari swasta. Selama ini Pansel belum mengantongi SK Presiden sehingga proses selama ini bisa menjadi cacat formil sehingga batal demi hukum," terang Boyamin.

MAKI mengaku sudah mengirim surat resmi kepada Menhub untuk hal teersebut diatas, kemarin. (rmn)

Penulis : Ali Rachman Editor : Novita Amelilawaty
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%