Meikarta Berkelit Saat Ditanya Perizinan oleh Ombudsman

Jumat, 08 September 2017 | 20:44
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : istimewah

INDOPOS.CO.ID - Komisioner Ombudsman Republik Indonesia Ahmad Alamsyah Saragih mencecar pihak Meikarta dengan beberapa pertanyaan soal perizinan pembangunan Mega Proyek Kota Meikarta.

 
Hal ini menjadi polemik dikarenakan Meikarta telah mengeluarkan iklan secara besar-besaran kepada masyarakat. Dalam ikkan tersebut pula Meikarta menyebut lahan yang akan digunakan 500 hektar. Namun nyatanya menurut Alamsyah lahan tersebut hanya 84,6 hektar.
 
"Baiknya Lippo jangan kemudian melakukan marketing untuk sesuatu yang belum fix dan tidak sama dengan yang ada dalam izin karena dalam uu nomor 20 tahun 2011 kan begitu," ucap Alamsyah di Kantor Ombudsman Jakarta Selatan, pada Jumat (8/9/2017).
 
Selain izin mendirikan bangunan (IMB) belum dikantongi, Meikarta juga belum mempunyai izin amdal bangunan dan amdal lalu lintas yang jelas menurut Alamsyah ini belum memenuhi persyaratan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2011 tentang rumah susun khususnya pada pasal 42 terkait perizinan. Dan itu juga bisa dikenakan sanksi pidana karena telah melakukan pemasaran.
 
Ditanyai pertanyaan seperti itu lantas Direktur Komunikasi Lippo Group Danang Kemayan berkelit dengan mengatakan pihaknya baru sekedar melakukan booking fee.
 
"Belum ada transaksi, belum pemesanan. Jika terjadi sesuatu akan dikembalikan. Masuk escer account, begitu ada masalah tidak digunakan untuk keperluan usaha dan marketing," klaimnya.
 
Kendati demikian Alamsyah meyakini Meikarta abai dan terancam pidana. 
"Menurut saya itu masuk marketing karena sudah ada gambar dan brosur. Bagi saya ini clear marketing," tandasnya.
 
Selanjutnya Ju Kian Salim Direktur PT Lippo cikarang ikut menanggapi apa yang disampaikan Ombudsman. Tetapi apa yang diucapkannya tidak sesuai dengan pertanyaan Alamsyah.
 
"Kita masih tahap pre selling. Kami membangun tidak membebani negara, seharusnya perumahan ini bagian dari negara. Bahkan kami membangub harga dengan terjangkau, mendukung pihak pemerintah yang sudah membangun infrastruktur dan mendorong ekonomi Indonesia yang sedang lesu dalam properti," paparnya.
 
Mensengar soal pembangunan dalam kredit lesu. Lantas Alamsyah bertanya darimana dana itu (pembangunan Meikarta) didapat?
 
"Ini dana internal dari Lippo, rahasia perusahaan," jawab Salim.
 
"Biar saya cari tahu melalui PPATK," tutup Alamsyah.  (jaa)
Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%