Komisi III: OTT KPK itu Terlarang

Selasa, 05 September 2017 | 16:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo

INDOPOS.CO.ID - Komisi III DPR RI siang tadi menggelar RDPU dengan meminta Kejaksaan Agung menghadirkan Sugeng selaku Kasi Intel Kejari Pamekasan dan Eka Hermawan selaku Kasipidsus Kejari Pamekasan. Kedua jaksa itu didatangkan lantaran mereka berdua pernah tertangkap OTT KPK lantas dilepaskan karena tak cukup kuat bukti.

Ketua Komisi III Bambang Soesatyo menjelaskan dua orang jaksa yang diduga awalnya melakukan tindak pidana korupsi itu ditangkap di tempat kerjanya, kemudian dibawa ke Polres Pamekasan lalu dibawa ke Polda Jawa Timur namun karena tidak cukup bukti yang bersangkutan dilepas kembali tanpa penjelasan lebih lanjut.

"Nah yang mereka sayangkan hak-hak perdata dia langsung hancur, kehormatan harga diri dari pada lembaga kejaksaan ikut tercorengan karena pada saat mereka dibawa menggunakan pakaian dinas,"  tegas Bamsoet dalam Konferensi Pers di Gedung Nusantara II Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Politisi dari Partai Golkar ini menegaskan, kalau semisal mereka benar melakukan korupsi mungkin tidak jadi masalah. Tapi kemudian tidak ada bukti hukum yang cukup selanjutnya dilepas. Sehingga Bamsoet menyayangkan OTT itu, dia juga menyarankan untuk dievaluasi.

"Nah menurut kami  operasi tangkap tangan yang terlarang ini, yang dilakukan dengan tidak hati-hati sebaiknya dievaluasi kembali, jangan menjadi pendozliman terhadap orang lain, terang anggota DPR dari dapil Jawa Tengah VII ini.

Artinya, sambung Bamsoet, penuhi dahulu bukti yang cukup, bukti awal cukup, baru dilakukan operasi sehingga tidak ada hak-hak perdata orang lain yang terganggu.

Sebenarnya Komisi III mendukung OTT yang dilakukan KPK tapi harus dilakukan dengan cermat, tidak boleh ada lagi yang dilakukan secara serampangan. Kalau ini terjadi pada orang lain maka akan melakukan protes dan tindakan yang sama pada jaksa-jaksa tadi.

Kemudian Bamsoet menerangkan bahwa jaksa-jaksa ini kan penegak hukum juga, penyidik juga dan mereka paham betul bagaimana proses pelanggaran hukum.

"Mereka merasa itu bukan OTT tapi penculikan dan perampasan karena hp-nya diambil walaupun dengan cara yang halus, disita tapi tidak ada bukti awal yang cukup untuk menghubungkan dia dengan kejadian perkara, itu yang disampaikan mereka," paparnya.

Selanjutnya terkait kasus Sugeng dan Eka ini yang dilepas tanpa ada klarifikasi, Bamsoet juga menilai ini salah. 

"Kami menginginkan kalau KPK salah OTT ya tolonglah diumumkan seperti yang bersangkutan membawa wartawan ketika menangkap seseorang kemudian dipublikasikan rapi begitu diproses tidak ditemui cukup bukti tidak bersalah ya diumumkan juga secara formal," tutupnya. (jaa)

 

Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%