Massa Aksi: Copot Myanmar dari Keanggotaan ASEAN!!!

Sabtu, 02 September 2017 | 16:51
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Tokoh nasional dan mantan menteri Fahmi Idris saat berorasi di depan Kedubes Myanmar, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017).

INDOPOS.CO.ID - Kecaman untuk rezim Myanmar yang melakukan kekerasan kepada etnis Rohingnya mengalir deras. Kali ini elemen masyarakat dari para pekerja profesional menggelar demonstransi mengutuk Myanmar serta mendesak beberapa pihak termasuk pemerintahan Indonesia untuk mengambil langkah tegas.

 
Koordinator aksi M. Ichsan Loulembah menyampaikan pihaknya mendesak rezim militer dan sipil Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan genosida pada etnis Rohingnya. 
 
"Kami juga mendesak Aung San Suu Kyi agar berusaha keras menghentikan aksi pengusiran dan pembantaian terhadap etnis Rohingnya atas dasar persamaan kemanusiaan mereka sebagai makhluk ciptaan Tuhan," ucap Ichsan di depan Kedubes Myanmar, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017).
 
Dia menilai penghargaan Nobel perdamaian yang diterima Aung San Suu Kyi sangat tidak pantas. Dan untuk selanjutnya dia meminta panitia Nobel mencabut penghargaan tersebut.
 
"Mendesak negara-negara ASEAN untuk menekan rezim militer Myanmar agar menghentikan praktik genosida terhadap etnis Rohingya. Kami mendesak agar status keanggotaan Myanmar di Asean dibekukan," paparnya.
 
Elemen masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Masyarakat Profesional bagi Kemanusiaan Rohingnya ini juga mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk ikut menangani secara sungguh-sungguh, mengambil alih tragedi kemanusiaan yang telah lama di Myanmar. 
 
"Sudah terbukti secara meyakinkan pemerintah Myanmar tidak bersedia menghentikan praktik genosida terhadap etnis Rohingnya," tandas Ichsan.
 
Kemudian Ia juga meminta kepada para aktivis HAM dan kemanusiaan di seluruh dunia, khususnya ASEAN untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus genosida etnis Rohignya sehingga tragedi ini bisa diakhiri.
 
"Mendesak Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court -ICC) untuk menjadi pihak-pihak yang bertanggungjawab atas praktik genosida terhadap etnis Rohingnya di Myanmar," katanya.
 
"Dan terakhir mendesak pemerintah Indonesia untuk menerima para pengungsi Rohingnya untuk sementara waktu sambil melakukan langkah-langkah diplomatik yang lebih tegas terhadap Myanmar agar mereka menerima kembali dengan jaminan kemanan," pungkasnya.  (jaa)
Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%