Aksi Kemanusiaan untuk Rohingnya, Massa Aksi bakar dan Injak Poster

Sabtu, 02 September 2017 | 16:40
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : istimewah

INDOPOS.CO.ID - Elemen masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Masyarakat Profesional bagi Kemanusiaan Rohingnya menggelar demonstrasi menuntut berbagai pihak menghentikan praktik-praktik genosida yang dilakukan militer Myanmar.

 
Praktik genosida tersebut telah membuat kurang lebih 3000 orang etnis Rohingnya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Namun ironisnya pemerintah Bangladesh pun enggan untuk membuka perbatasan dan memberikan perlindungan.
 
Massa aksi yang terdiri dari 300 orang ini mengambil tempat demonstrasi di depan Kedubes Myanmar, Jalan H Agus Salim 109 Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017).
 
Dari pantauan INDOPOS.CO.ID nampak massa aksi membawa beberapa poster bertuliskan Pro Manusia Rohingya, Pro Rohingya Pro Manusia, Aung San Suu Kyi Tidak Suci, Penguasa Myanmar Mana Nuranimu. Kemudian beberapa dari mereka juga melakukan aksi teatrikal dengan menginjak-injak poster tersebut, lantas membakarnya. 
 
Hal ini sempat menimbulkan tensi tegang sejenak, dimana aparat kepolisian yang bertugas menghimbau untuk tidak menginjak-injak poster dan membakarnya.
 
Ikut berpartisipasi dalam aksi mantan Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Reformasi Fahmi Idris. Dalam orasinya Fahmi berujar telah terjadi di sana (Myanmar) pembunuhan etnis, jika saudara-suadara pancasilais maka akan benci hal tersebut.
 
"Segera hentikan kekejaman etnis dan juga kita serukan kepada Asean untuk menonaktifkan keanggotakan Myanmar," pekik Fahmi.
 
"Bersama-sama menuntut keadilan untuk Rohingnya di Myanmar," tambahnya.
 
Turut hadir juga dalam aksi damai ini beberapa aktivis seperti Andi Sinulingga, Bahlil Lahadalia, Erik S Wardhana, Iwan Samariansyah Mahmuddin Muslim, Fathorrahman Fadli, Geisz Chalifah, M Ichsan Loulembah, Umar Husin, Umar Idris. Anggawira, Erwin Partogi, Tatat Rahmita Utami, Muzakkir Djabir, Edwin Partogi, Irvan Gani, Agus Edi Santoso dan Suryani Motik.
 
Pada kesempatan yang sama aparat kepolisian juga mengerahkan 60 personelnya untuk mengamankan aksi. Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba menyampaikan sebenarnya tanggungjawab untuk mengamankan Kedubes berada dalam wilayahnya Polda Metro Jaya.
 
"Tapi kita Polsek juga punya tangungjawab jangan sampai objek vital asing ini ada gangguan. Karena lingkungan kedubes itu wilayah negara tersebut. Kita aja polisi nggak bisa masuk kalau tanpa izin dubes," tutupnya.  (jaa)
Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%