Wooow.. Aspeksindo Siapkan Pulau dan bagi Pengungsi Rohingya

Kamis, 31 Agustus 2017 | 10:53
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Bupati Selayar yang juga Ketua Umum Aspeksindo Muh Basli Ali

INDOPOS.CO.ID - Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) sudah menyatakan jika Bangladesh menolak menampung pengungsi Rohingya, maka asosiasi siap menerimanya. Tak main-main, asosiasi yang dipimpin Muh Basli Ali ini bahkan menyiapkan pulau, rumah dan pendidikan bagi pengungsi.

Ketua Aspeksindo  Muh Basli Ali menerangkan, bahwa  keseriusan menampung pengungsi Rohingya dibuktikan dengan menyiapkan pulau siap huni. Pulau yang juga dilengkapi fasilitas dan keperluan untuk menyambung hidup.

"Kita siapkan pulau, lengkap perahu nelayan, jaring, masjid, rumah, dan sekolah," tutur Basli Ali, Kamis (31/8/2017).

Dengan fasilitas yang lengkap seperti itu, pengungsi Rohingya bisa melanjutkan harapan hidup di Indonesia yang lebih cerah dan tentu saja lebih aman.

"Warga Rohingya tinggal bekerja bertahan hidup dan berkemajuan di bumi nusantara Indonesia," sambung Basli Ali yang juga Bupati Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.

Aspeksindo adalah asosiasi nasional pemerintah daerah untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah kepulauan dan pesisir.

Tetapi, dengan adanya musibah kemanusiaan yang dialami warga Rohingnya, Aspeksindo siap mengulurkan tangan, menyelamatkan mereka dari pembantaian yang tak berprikemanusiaan.

Seperti diketahui, kondisi pengungsi Rohingnya sangat memilukan. Kondisi mereka saat ini tak lebih baik dari di rumah. Karena tidak diterima di kamp-kamp pengungsian, sebagian besar pengungsi Rohingya mendirikan tenda seadanya di area yang belum pernah dihuni sebelumnya.

Alih-alih mati tertembus peluru Myanmar, mereka kini satu per satu tewas karena sakit.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, sudah meminta Bangladesh menerima etnis Rohingya yang mencari suaka, sebab mayoritas pengungsi adalah perempuan dan anak-anak, bahkan sebagian terluka. Sayang, seruan itu tak digubris.

Para pengungsi Rohingnya terkatung-katung. Jika pulang ke rumah, Myanmar, sama saja mereka siap dibantai, mengungsi pun tak tahu harus ke mana.

"Tidak ada alasan untuk tinggal diam. Mereka, pengungsi Rohingya harus dibantu," tegas Basli Ali. (jpg)

Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%