Lindungi Konsumen, Gula Harus Sesuai SNI

Rabu, 30 Agustus 2017 | 07:23
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID  - Pemerintah berkewajiban memastikan barang yang beredar sesuai standar mutu dan tidak membahayakan konsumen. Karena itu, pemerintah melakukan tindakan preventif berupa pencegahan barang yang diduga tidak sesuai baku mutu beredar ke pasar agar tidak ada konsumen yang dirugikan. 

Begitu juga yang terjadi dengan gula konsumsi yang dicegah peredarannya dari dua pabrik gula di Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai peristiwa penyegelan gudang  dua pabrik gula di Cirebon, Jawa Barat tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya penyebaran produk yang tidak sesuai dengan standar nasional Indonesia. 

”Kalau tindakan penyegelan itu adalah tindakan untuk mencegah. Tentu, kan  produk itu adalah (harus, Red) sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia),” ujar Koordinator Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi kepada wartawan, kemarin (28/8).

Sebelumnya dua pabrik gula (PG) di Kabupaten Cirebon sempat disegel Kementerian Perdagangan (Kemendag) karena sebagian gula tersebut dianggap belum memenuhi standar. Setelah diuji di laboratorium, sebagian yang dinyatakan layak telah diperbolehkan dilepas ke pasar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag Syahrul Mamma menjelaskan, dari hasil laboratorium ada sebagian gula yang disimpan di pabrik gula Tersana dan Sindanglaut sudah lolos standar. 

Namun ada pula yang belum memenuhi layak konsumsi, sehingga harus digiling ulang. 

"Ada yang lolos ada yang nggak, kita kan ambil empat sampel, ada dua yang sesuai ICUMSA (International Commission for Uniform Methods of Sugar Analysis), ada dua yang tidak sesuai ICUMSA," katanya.

Dia menuturkan, penyegelan gula petani pada sepekan lalu dilakukan lantaran ada indikasi gula tak memenuhi standar ICUMSA yang ditetapkan. ICUMSA merupakan standarisasi mutu untuk produk gula. Semakin rendah angka ICUMSA maka menunjukkan tingkat kemurnian gula semakin tinggi. 

Biasanya gula dengan tingkat ICUMSA  makin rendah warnanya akan semakin putih dan teksturnya halus. Sebaliknya, jika gula agak kecoklatan maka ICUMSA-nya tinggi. Gula yang diamankan berwarna kecoklat-coklatan, sehingga dianggap tidak memenuhi standar.

Kemendag mensyaratkan ICUMSA gula tak boleh melebihi 300, jika di atas itu, maka dianggap tak layak konsumsi. 

Menurutnya, penggilingan ulang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola pabrik gula, meski gula tersebut adalah gula milik petani.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan, pihaknya tidak akan berikan toleransi pada siapapun, sejauh itu mengganggu kepentingan konsumen. 

”Dan itu segera diperiksa ICUMSA-nya, kualitasnya dan ada beberapa yang lolos, tetapi banyak yang tidak," tegasnya beberapa waktu lalu di Kemendag, Jakarta. (rna/jpnn)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%