Densus 88 Telusuri 18 WNI Apakah Terkait ISIS

Minggu, 13 Agustus 2017 | 06:34
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Densus 88. Foto: Radar Bandung

INDOPOS.CO.ID– Densus 88 Antiteror tengah mengidentifikasi 18 WNI yang dideportasi pemerintah Turki di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, kemarin sore. Hingga saat ini, belum bisa dipastikan apakah mereka merupakan anggota ISIS atau bukan.

Menurut data imigrasi, 18 WNI tersebut terdiri atas 5 lelaki dewasa, 9 perempuan, dan 4 anak-anak. Mereka dideportasi dari Turki dengan menggunakan pesawat Qatar Airways bernomor penerbangan QR956. Begitu tiba di tanah air, mereka langsung dibawa ke Mako Brimob dengan tiga mobil.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno mengungkapkan, 18 orang itu sebelumnya ditemukan otoritas keamanan Turki. Mereka diduga akan menyeberang ke Syria melalui Turki. Setelah mengamankan, petugas dari Indonesia lantas menjemput dan memulangkan mereka. ”Mayoritas anak-anak dan perempuan,” ujar Agung saat dihubungi kemarin (12/8).

Mereka tiba pukul 15.30 di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar pukul 15.40 anggota Densus 88 Mabes Polri menjemput 18 WNI tersebut melalui apron gate D3 terminal 2D. ”Mereka keluar dari terminal kargo,” ujar Agung.

Masih belum bisa dipastikan apakah 18 orang tersebut benar-benar pernah bergabung dengan ISIS atau hendak menyeberang. Mereka akan diinterogasi terlebih dahulu untuk memastikannya. ”Akan didalami juga rute dan di mana mereka tinggal,” ungkap dia. Agung menuturkan, bukan kali ini saja ada deportasi dari Turki. Tapi, tidak selalu yang dideportasi itu menjadi anggota ISIS. ”Ada masalah keimigrasian lainnya sehingga dideportasi,” ujar dia.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Martinus Sitompul menjelaskan, terkait 18 WNI tersebut, ada beberapa kemungkinan. Di antaranya, mereka telah bergabung atau akan bergabung menjadi anggota ISIS. ”Namun, masih ada kemungkinan juga mereka bukan anggota ISIS,” paparnya kepada Jawa Pos tadi malam.

Dikatakan, belum diketahui hingga kapan identifikasi tersebut berlangsung. Juga, akan diketahui perlukah untuk melakukan proses hukum terhadap mereka. ”Kalau ditanya apakah ada nama keluarga pejabat, kami masih proses,” ungkapnya.

Di bagian lain, Densus 88 Antiteror juga mengamankan seorang terduga teroris berinisial DG di Sumedang. Dia diduga terlibat dalam bom Kampung Melayu beberapa bulan lalu. ”Dia kemungkinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung,” ucap Martinus. (jun/idr/c10/oki/jawa pos/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%