Ada Kemungkinan, Bos First Travel Dijerat Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang

Jumat, 11 Agustus 2017 | 08:46
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SUAMI ISTRI: Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan Direktur First Travel Annisa Desvitasari Hasibuan. Foto: subechi/jawa pos

INDOPOS.CO.ID-Sejak beroperasinya First Travel, diketahui telah ada 70 ribu orang yang mendaftar dan membayar untuk umrah tersebut. Namun, baru 35 ribu berhasil diberangkatkan. Sisanya, 35 ribu lagi tidak diberangkatkan. Ada yang dua tahun dan satu tahun menunggu pemberangkatan.

Dengan jumlah 35 ribu orang yang belum diberangkatkan, maka diketahui terdapat kerugian sekitar Rp550 miliar. Namun, ironisnya saat dilakukan tracking terhadap rekening perusahaan First Travel hanya tertinggal Rp1 juta hingga Rp1,3 juta.

”Maka, diterapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk mereka (Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan Direktur First Travel Annisa Desvitasari Hasibuan). Kami akan melakukan penelusuran ke mana aliran dana ini,” terang Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak.

Memang diketahui, Direktur First Travel Annisa yang sekaligus istri Andika tersebut memiliki sebuah butik dan bahkan dikenal di dunia fashion. Karena itu penyidik mencoba mendeteksi apakah ada aliran uang jemaah yang digunakan untuk membangun lini bisnis fashion tersebut.

”Kalau ditemukan bukti aliran dana, maka bisa dilakukan berbagai penyitaan. Misalnya rumah, tanah dan sebagainya,” terangnya.

Bagaimana dengan nasib 35 ribu jemaah umrah yang belum berangkat? Dia menuturkan bahwa sebenarnya penerapan TPPU itu ditujukan agar bisa disita uang hasil tindak pidana itu dan harapannya melalui putusan pengadilan bisa dikembalikan pada setiap korban. “Namun, semua itu merupakan kewenangan pengadilan, nantinya,” jelasnya. (idr/wan/byu/jawa pos/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%