Ini Modus Penipuan First Travel versi Polisi

Jumat, 11 Agustus 2017 | 08:11
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID- Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan Direktur First Travel Annisa Desvitasari Hasibuan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan, kemarin.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak, mengatakan, pekan lalu kemudian terdapat laporan dari 13 agen yang direkrut First Travel terkait dugaan penipuan. “Dalam penyelidikan itu didapatkan dua alat bukti terkait dugaan penipuan tersebut, karena itu keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” terangnya.

Biaya umrah First Travel yang hanya Rp14,3 juta memang sejak awal mencurigakan. Sebab, sesuai patokan dari Kementerian Agama (Kemenag) standar biaya umrah sekitar Rp21 juta hingga Rp22 juta. Namun begitu, saat ini Dittipidum juga tengah mendalami berapa biaya sebenarnya yang diperlukan First Travel untuk mengirim satu jemaah.

Nahak menjelaskan, saat dimintai keterangan keduanya berdalih melakukan jual rugi dan melakukan subsidi silang dengan antara jemaah promo dengan jemaah regular dan VIP. “Namun, muncul pertanyaan saat dilakukan subsidi silang, mengapa 35 ribu orang itu tidak diberangkatkan hingga saat ini,” terangnya.

Untuk memperdaya, maka dilakukan berbagai modus. Di antaranya, paket carter pesawat yang menambahkan uang Rp2,5 juta. Namun, dari semua orang yang mendaftar paket carter pesawat hanya 10 persennya yang berangkat. “Ada pula modus paket Ramadan yang menambah uang Rp3 juta hingga Rp8 juta. Tapi, tidak juga berangkat,” tuturnya di depan kantor Bareskrim, kemarin.

Apakah First Travel melakukan skema ponzi? Belum bisa diketahui secara pasti.  Namun, yang dapat dipastikan adalah terdapat pidana dalam kejadian tersebut. “Belum tahu ada skema semacam itu digunakan,” jelasnya. (idr/wan/byu/jawapos/JPG)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%