Segera Buat Daftar Importir Curang

Jumat, 19 Mei 2017 | 07:34
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SiDAK: Menteri Pertanian Amran Sulaeman (kiri) saat sidak dan menemukan penimbunan bawang di sebuah gudang perusahaan importir di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

INDOPOS.CO.ID - Pasca terungkapnya kasus penyelundupan 182 ton bawang putih di Jakarta, pemerintah didorong untuk lebih tegas menindak keberadaan spekulan pangan. 

"Sebetulnya pemerintah sudah tegas, tetapi dengan adanya kejadian penimbunan bawang putih impor di sebuah gudang di Marunda, (Jakarta Utara, Red), maka pemerintah harus tegas lagi," ujar Muhammad Firdaus, pengamat Ekonomi Pertanian IPB, Kamis (18/5).

Dia mengatakan, mafia pangan tepatnya kartel atau pihak-pihak yang memanfaatkan keuntungan dari margin impor, terutama komoditas bawang putih memang benar ada.

Karena itu, pemerintah juga harus membuat sistem yang bagus terkait daftar nama-nama importir, sehingga ketika mereka bermain curang bisa langsung ditindak. 

"Saya kira semua pihak harus berperan untuk mengawasi spekulan nakal ini, bukan cuma Kementerian Perdagangan atau Pemprov DKI Jakarta, masyarakat juga bisa dilibatkan," ujarnya.

Firdaus menambahkan, jika memnag terjadi lagi penimbunan bahan pangan di Jakarta, maka aparat didorong untuk tidak segan-segan menghukum agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. 

Dirinya mengaku telah duduk bersama dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita untuk mengupayakan agar selama Ramadan dan lebaran harga-harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan. 

"Ini agar tidak terjadi terus menerus gejolak di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mendorong agar pemerintah bisa mendekati kalangan pengusaha agar lima komoditas stategis antara  lain gula, minyak goreng, daging, beras dan bawang putih bisa dinikmati masyarakat dengan harga yang sesuai.

Sementara itu, Pelaksana Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan dan lebaran untuk komoditas tertentu akan tercukupi seiring BUMD pangan di DKI selama ini telah menyimpan stok untuk dua bulan ke depan. 

Sebelumnya, Mendag Enggartiasto Lukita menegaskan agar para spekulan mengurungkan niat untuk berbuat hal serupa. ”Tim sudah menggerebek penimbunan di gudang Cilincing. Digrebek karena diduga di situ terjadi penimbunan bawang putih. Jadi kita enggak main-main. Polisi sangat lengkap datang sudah mulai pemantauan," tegasnya usai menghadiri acara Gerakan Stabilitas Pangan di Gudang Divre DKI Jakarta dan Banten, (17/5).

Pengacara publik sekaligus Deputi Direktur Pembelaan HAM di ELSAM Andi Muttaqien menilai kinerja pemerintah ini positif dan patut untuk diapresiasi. Tidak hanya mengapresiasi, ia juga mengungkapkan harapannya. 

”Saya sih berharap (pemerintah, Red) bisa menangkap sampai pada pemain besarnya,” ungkapnya di Jakarta, (17/5).  (rin/jpnn)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%