JK Diserang, Tokoh Sulsel Konsolidasi Rapatkan Barisan

Rabu, 17 Mei 2017 | 18:34
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Para tokoh asal Sulsel di antaranya Said Didu, Jamaro Dulung, dll saat menjawab wartawan usai pertemuan mereka di Kantor Perwakilan Pemprov Sulsel di Jalarta, Rabu tadi (17/5/2017).

INDOPOS.CO.ID - Kantor Perwakilan Pemprov Sulawesi  Selatan di Jakarta mendadak ramai. Sejak pukul 15.30 wita, kantor penghubung didatangi sejumlah tokoh asal Bugjs, Makassar, Mandar dan Toraja. Apa pasal?

Ya, para tokoh asal Sulsel yang menetap di Jakarta ini  mengadakan pertemuan untuk menyikapi pernyataan dan tudingan negatif dari kader PDI Perjuangan (PDIP)  Adian Napitupulu dan Ketua Solidaritas Merah Putih (Solmet)  Silver Matutina  yang menghujat Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Tokoh-tokoh Sulsel yang datang antara lain Ir Said Didu, H Jamaro Dulung, Syamsul Munir, Muchlis Patahna, dan sejumlah pemuda mahasiswa yang menetap di Jakarta.

Para tokoh ini mengecam cara-cara yang dilakukan Adian dan Silver. Adian dalam pernyataannya di acara Refleksi Gerakan Mahasiswa 98 Melawan Kebangkitan Orde Baru di Graha Cipta II Taman Mini Indonesia Indah (TMII)  Senin lalu menyebut Wapres Jusuf Kalla seperti duri dalam pemerintahan.  Adian maminta kepada JK dengan ancaman jangan coba-coba  mengkhianati Jokowi. 

Sedangkan Silver Matutina lebih keras lagi mengecam Jusuf Kalla. Dalam video saat orasi di pinggir jalan di depan pengunjuk rasa, Silver menuduh Jusuf Kalla lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya saja. Silver menghujat JK sebagai pemecah belah persatuan dan aktor yang membuat negar ini terpuruk.

Silver juga menyatakan langkah JK mendukung Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta lebih karena untuk kepentingan golongan. Dengan dukungan itu, JK pun dianggap berseberangan dengan Presiden Jokowi.  

Atas serangan-serangan itu, tokoh-tokoh asal Sulsel yang terdiri 4 suku itu -Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja- itu menggelar pertemuan dan menyikapi serangan dan fitnahan terhadap Wapres Jusuf Kalla itu.

Tokoh asal Bugis, Said Didu, usai pertemuan mengatakan  perusakan nama baik  Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla baik sebagai simbol Negara maupun sebagai Warga berasal dari Sulsel sangat merusak kerukunan warga. 

"Kami minta berhenti melakukan pecah pelah bangsa dengan bungkus indah, tetapi pada dasarnya adalah memecah belah bangsa - termasuk upstairs memecah hubungan Presiden dengan Wakil Presiden," kata Said Didu kepada pers usai pertemuan, Rabu (17/5/2017).

Dikatakan, bahwa  warga yang berasal dari Sulsel menyatakan bhw kamilah yg sangat berkepentingan atas atas utuhnya NKRI dan stabilnya keamanan dan politik serta terwujudnya pertumbuhan ekonomi karena.

"Kenapa? Karena kami warga  asal Sulsel berada di seluruh wilayah dan pelosok Indonesia. Secara kultural, kami dari Sulsel telah menyatu secara kultur dengan seluruh etnis yang ada di NKRI baik melalui akulturasi budaya maupun lewat perkawinan," katanya.

Secara ekonomi, tambah Said Didu, kami warga Sulsel yang sebagian besar bekerja sebagai saudagar, petani, dan berbagai profesi lain di seluruh Indonesia menjadi pejuang-pejuang-pejuang  pertumbuhan ekonomi dan penampung tenaga kerja di daerah tempat kerja masing-masing, dengan prinsip  di mana bumi dipijak  di situ langit dijunjung.

"Secara politik, kami warga berasal Sulsel berada dalam semua partai politik yang ada sehingga sudah terbiasa dengan perbedaan yg saling menghormati," katanya.

Oleh karena itu, "Kami warga berasal dari Sulsel akan menempatkan diri untuk selalu menjadi benteng menjaga kesatuan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dan meminta semua pihak menghentikan gerakan-gerakan dan ucapan-ucapan yang berpotensi memecah belah bangsa walaupun dibungkus dengan kata-kata indah."

Sementara seorang tokoh lainnya mengecam Adian dan Silver yang telah mengungkapkan kebenciannya kepada tokoh asal Sulsel Jusuf Kalla. "Kami hanya diam saja, dan tersenyum saja dari jauh. Tapi kalau tawa kami sudah berhenti, maka kami akan marah."  (rir)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%