Dipaksa UNBK, 28 Sekolah Terbuka Angkat Tangan

Minta Kembali Unas Kertas

Senin, 13 Maret 2017 | 14:26
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebaiknya merevisi mekanisme penentuan sekolah pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sebanyak 28 unit sekolah terbuka di Garut, Jawa Barat mengaku angkat tangan atau menyerah setelah dipaksa melaksanakan UNBK.

Secara kelembagaan sekolah terbuka itu juga sering disebut pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Ketua PKBM Mekarwinaya Garut Uleh Abdullah mengungkapkan di seluruh Kabupaten Garut ada 28 unit sekolah terbuka yang menyerah tidak menjalankan UNBK. ’’Ini termasuk di lembaga saya. Saya memilih kembali menerapkan Unas biasa atau kertas,’’ katanya kemarin (12/3).

Abdullah menceritakan keputusan penunjukan untuk mengikuti UNBK sangat dadakan,  yakni akhir Februari lalu. Tim dari Kemendikbud Jakarta juga tidak melakukan peninjauan atau visitasi lapangan. ’’Tiba-tiba asal tunjuk dan asal diputuskan,’’ paparnya.

Dia mengatakan, PKBM Mekarwinaya saat ini memiliki 18 peserta didik untuk Paket C (setara SMA). Dengan usia peserta didik banyak yang sudah tua, keberatan jika ikut unas menggunakan komputer. Apalagi banyak diantara mereka yang sehari-hari tidak pernah memegang komputer sekalipun.

Cerita serupa disampaikan Ketua PKBM Al-Furqon Garut Ade Husna. Dia menjelaskan tahun ini memiliki 73 orang peserta didik Paket C dan 27 orang Paket B. ’’Untuk UNBK kita dinunutkan ke SMKN VI Garut,’’ jelasnya.

Meskipun statusnya menumpang di sekolah lain, Ade mengaku tidak sanggup. Dia memilih dikembalikan lagi menggunakan Unas konvensional berbasis kertas.

Ade menjelaskan, ada beberapa pertimbangan tidak siap menyelenggarakan UNBK tahun ini. ’’Saya bukan berarti menolak UNBK. Tetapi tahun ini tidak siap karena dadakan informasinya,’’ jelasnya.

Pertimbangan lainnya adalah pungutan yang ditarik oleh sekolah tempat UNBK. Dia tidak ingin membebani peserta didik dengan biaya yang macam-macam. Ade menjelaskan, sekolah terbuka adalah sekolah nonformal atau alternatif. Untuk bisa menjaring mereka supaya kembali bersekolah itu sudah bagus, sehingga selayaknya untuk mengikuti ujian akhir, tidak diperlakuan sama dengan siswa formal.

Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah meminta pemerintah jangan memaksakan lembaga pendidikan formal maupun informal untuk mengikuti UNBK. Dia menjelaskan, untuk sekolah formal saja, banyak yang tidak siap menjalankan UNBK. ’’Apalagi yang PKBM atau sekolah terbuka. Sekolah kesetaraan tidak perlu dipaksa UNBK,’’ kata dia. Sebab selama ini sarana dan prasarana sekolah terbuka masih sangat kekurangan.

Ferdiansyah juga meminta Kemendikbud belajar ketika Kurikulum 2013 (K-13) dipaksakan diterapkan di sekolah kesetaraan. Saat itu pembelajaran menjadi amburadul. Sebab peserta didik di sekolah kesataraan ini sangat beragam. Dia berharap pemerintah tidak merugikan peserta didik hanya untuk mengejar ambisi melaksanakan UNBK sebanyak-banyaknya.

Sudah Ditetapkan Januari

Di tempat terpisah, Kemendikbud meluruskan soal kabar adanya pemaksanaan melaksanakan UNBK untuk sekolah formal maupun sekolah terbuka. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mengatakan, informasi penetapan pelaksana UNBK sudah dikeluarkan pada Januari lalu.

Jika masih ada lembaga yang merasa belum siap, tidak perlu dipaksa untuk mengikuti UNBK seperti sekolah formal. ’’PKBM bisa mengikuti UNBK yang dilaksanakan Oktober nanti, sehingga ada waktu untuk persiapan,’’ jelasnya tadi malam.

Guru besar Fakultas Teknik UGM itu mengatakan, terkait perasaan canggung atau malu, sebenarnya sudah dipertimbangkan oleh Kemendikbud yakni, dengan menyelenggarakan UNBK peserta didik sekolah terbuka pada Sabtu dan Minggu. Dengan demikian, peserta didik dari sekolah terbuka tidak sampai berpapasan dengan siswa sekolah formal.

Sampai tadi malam, belum ada keputusan dari Kemendikbud apakah mengabulkan permintaan sejumlah PKBM itu. Nizam mengatakan, perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut untuk penanganannya. (wan/oki)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%