Jika Terbukti Curang, Tidak Perlu Ada Putaran Kedua

Jumat, 17 Februari 2017 | 15:21
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Pengamat politik sekaligus dosen FISIP Universitas Brawaijaya Malang mengatakan, jika kecurangan yang dilakukan oleh pasangan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Ahok-Djarot terbukti masif, maka Pilkada DKI Jakarta tidak perlu lagi dua putaran. Pasangan calon nomor urut 3 Anies-Sandi sudah layak ditetapkan sebagai pemenang.

"Tidak perlu lagi ada putaran kedua, karena selama proses pemungutan suara banyak indikasi kecurangan," kata  M. Barqah Prantama dalam rilisnya yang diterima media, Jumat (17/2/2017).

Memang menurut M Barqah, kecurangan itu harus dibuktikan. Namun jika terbukti masif,  maka tidak perlu ada lagi Pilkada putaran kedua. 

"Dengan ada bukti kecurangan itu cukup menjadi alasan kuat Pilkada DKI langsung dimenangkan oleh salah satu calon yang memiliki suara terbanyak berikutnya," katanya.

Sesuai hasil hitung TPS (Form C1) KPU pada Pilkada Provinsi DKI Jakarta pasangan Agus-Sylvi memperoleh 17,04 persen dengan 894.154 suara, Ahok-Djarot meraih 42,83 persen dengan 2.246.843 suara. Sementara  pasangan nomor urut tiga Anis-Sandi  mendapatkan 40,13 persen dengan 2.105.073 suara. Itu artinya nomor urut 2-3 yang lolos keputaran kedua yang digelar 19 April 2017 mendatang.

“Saya dari kaum akademisi tentu punya tanggung jawab dalam menghadirkan demokrasi yang berkualitas dan subtantif di Indonesia, tidak hanya prosedural semata. Sehingga perlu ada pihak yang bergerak untuk melengkapi berkas bukti kuat, kemudian persoalan itu diselesaikan di meja hukum,” kata Barqah.

Dia pun meminta masyarakat yang peduli proses demokrasitisasi berjalan baik di Indonesia untuk melaporkan bentuk kecurangan itu di hadapan pengadilan. Apalagi indikasi kecurangan yang ada terlihat secara jelas di depan mata.

“Saya berharap ada pihak yang terdorong untuk mengumpulkan bukti kuat dari indikasi kecurangan itu agar diselesaikan melalui mekanisme hukum yang ada,” terang Barqah. (jpg)

Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%