PO Nakal Diberi Waktu Sepekan

Senin, 30 Januari 2017 | 09:50
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID– Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dibuat berang oleh sejumlah PO bus Minggu (29/1). Dalam kunjungannya ke Terminal Pulogebang, ternyata masih dijumpai adanya PO-PO bus yang masih beroperasi di terminal bayangan. Mereka enggan masuk ke dalam terminal.

Padahal, terminal Pulogebang sudah lama diresmikan. Terhitung sudah satu bulan, pasca dibuka akhir tahun lalu. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri sudah memberikan tenggang waktu untuk penyesuaian bagi PO-PO bus ini.  ”Masih ada beberapa PO-PO Bus yang belum masuk ke Terminal Pulogebang ini. Tadi sebelum kesini saya melalui Pulogadung dan saya catat ada 2 (dua) PO Bus yang masih ada di sana,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/1).

Budi terlihat sangat geram. Kendati begitu, dia masih memberikan waktu tambahan lagi bagi kedua PO tersebut untuk mematuhi ketentuan yang ada. Mereka diberi tenggat waktu sampai seminggu ke depan untuk pindah ke dalam terminal Pulogebang. Bila tidak dipatuhi, Budi tak segan-segan membekukan ijin usaha PO bus tersebut.  ”Namun, saya minta nanti setelah satu minggu tidak ada lagi toleransi. Kita sudah toleran kepada mereka dengan memberi waktu tambahan, mereka juga harus menghargai kita,” tegasnya.

Selain itu, Budi meminta agar terminal-terminal bayangan yang ada di DKI Jakarta tidak memberangkatkan lagi bus-bus AKAP. Dia menghimbau petugas di lapangan untuk standby dan menutup loket-loket penjualan tiket bus AKAP yang masih ada di terminal bayangan. ”Jadi mereka tidak boleh menjual tiket dan memberangkatkan bus-bus AKAP dari terminal bayangan,” ujarnya.

Mengingat lokasi Pulogebang yang memang cukup jauh, Budi menekankan agar tersedia angkutan feeder untuk memudahkan masyarakat. Feeder wajib tersedia dari subuh hingga malam hari. Karena, waktu-waktu kedatangan penumpang arah Timur itu biasa pada subuh, pagi dan malam hari. ”Jangan kita minta penumpang untuk naik dan turun dari Pulogebang, namun tidak disediakan kendaraan yang mengangkut mereka dari lokasi asal mereka,” tuturnya.

Diakuinya, banyak keluhan terkait feeder ini dari masyarakat. Ia tak ingin hal ini terus berulang. Sebab, sejatinya feeder ini turut menentukan keramaian terminal. Menurutnya, bila masyarakat  tertarik maka jumlah PO Bus yang pindah ke Pulogebang tentu otomatis mengikuti. ”Yang sekarang hanya 70 PO Bus. Tapi bagi saya bukan merupakan prestasi,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, pada saat soft launching pada 28 Desember 2016 lalu terdapat 50 PO Bus yang sudah bergabung. Jumlah ini bertambah sejalan dengan operasional yang berjalan. Tercatat, sudah 70 PO dr 120 PO yang sudah bergabung dan melayani 135 ribu penumpang.

Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto menambahkan, terkait penertiban terminal bayangan, pihaknya telah melakukan 3 kali kegiatan klarifikasi kepada PO-PO bus yang diduga melakukan pelanggaran. Pada kegiatan pertama, 19 Desember 2016, sebanyak 121 kendaraan diberi sanksi administrasi dan 2 kendaraan dilakukan Pencabutan Izin.

Pada kegiatan kedua yang dilakukan 10 Januari 2017, ternyata masih banyak ditemukan bus yang melanggar. Ada 20 PO Bus dengan 59 kendaraan diberi sanksi administrasi karena pelanggaran yang dilakukan. ”Kegiatan ketiga, 20 Januari 2017, kita berikan sanksi administratif pada 15 PO Bus dengan 21 Kendaraan yang dimiliki,” ujarnya. (mia)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%