FPI Orang Indonesia, Wajib Bela Negara

Kamis, 12 Januari 2017 | 15:34
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu

INDOPOS.CO.ID -  Front Pembela Islam (FPI) adalah warga Indonesia (WNI), sehingga harus menjalani Bela Negara yang menjadi program pemerintah. Demikian Dijelaskan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu dalam Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan 2017 di kantornya, Kamis (12/1). Ada aturan dalam Undang-Undang Dasar 1945 di Pasal 27 ayat 1 bahwa setiap warga negara wajib membela negara dan di pasal 30 ayat 1.

"FPI orang Indonesia kan, wajib juga ikut," kata Ryamizard.

Bela Negara ini diklaim sebagai implementasi dari ideologi bangsa, langkah nyata dalam menyatukan warga Indonesia. Bahkan program tersebut bisa dijadikan benteng pemahaman bagi WNI, terutama jika ada paham-paham dari luar menyusup masuk. Sehingga sangat cocok diterapkan untuk mengajak warga yang telah menyebrang ke pola pikir ekstrimis dan radikal, untuk kembali sadar.

"Bagaimana pemahaman kita ini sama, bagaimana kecintaan kita sama, ujungnya ya kecintaan kita terhadap negara," tutur Ryamizard.

Adapun terkait dicopotnya Komandan Distrik Militer (Dandim) 06/03 Lebak, Letkol CZI Ubaidillah, Menhan berdalih hanya masalah prosedur. Menurutnya, sah-sah saja jika FPI di sana dirangkul dan diberi pemahaman Bela Negara, tapi harus sesuai prosedur. Ryamizard berdalih, apa yang dilakukan Letkol Ubuaidillah melanggar ketentuan rantai komando.

Seharusnya, Dandim melapor terlebih dahulu pada Kodam Siliwangi yang menaungi wilayah kerjanya. Ryamizard lantas mencontohkan pola kerjanya yang harus selalu meminta ijin pada Presiden, sebagai atasan. 

"Kesalahan dia tidak ijin. Saya pergi kemana saja saya ijin Presiden kok, saya lapor dulu. Nah ini ga laporan, kaget juga kita. Kalau lapor ya tidak masalah," kata Ryamizard.

Sekedar informasi, latihan bersama Bela Negara TNI dengan FPI di Lebak diunggah lewat media sosial. Di acara tersebut selain latihan juga dilakukan penanaman pohon sejumlah 10.000 di Kabupaten tersebut. (adn)

Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%