Soal 8 WNI Dideportasi dari Malaysia, Ini Kata Kemenlu

Rabu, 11 Januari 2017 | 19:38
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Lalu Muhammad Iqbal

INDOPOS.CO.ID - Kabar dideportasinya 8 orang warga Indonesia dari Malaysia ke Batam dibenarkan Kementerian Luar Negeri. Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan kedelapan orang itu adalah santri Pondok Pesantren Darul Hadits, Bukit Tinggi, Sumbar.  Ia menjabarkan kronologi perjalanan para murid itu di negeri Jiran.

"Mereka berangkat ke Malaysia pada tanggal 3 Januari. Tinggal di Kuala Lumpur selama 3 hari, salah satunya untuk pengobatan salah seorang anggota mereka, dan tinggal 1 malam di Perlis. Pada tanggal 7 Januari mereka menuju Pattani untuk belajar mengenai sistem pendidikan di sebuah lembaga pendidikan agama Islam di Pattani," tuturnya kepada wartawan, Rabu (11/1).

Selanjutnya pada 9 Januari, mereka memasuki Singapura melalui Johor. Mereka berencana mereka menginap sehari di Singapura, namun setibanya di Singapura, pihak imigrasi mengenakan status Not To Land (NTL) kepada mereka. Alasan utamanya adalah karena ditemukan gambar/foto di HP mereka yang terkait dgn ISIS. 

"Karena itu mereka dideportasi dari Singapura ke Malaysia," imbuh Iqbal.

Adapun sewaktu di Malaysia, 8 WNI tersebut ditangani oleh E8 IPK Kepolisian Malaysia (Unit Anti Teror). Kemarin (10/1), unit tersebut melakukan pendalaman terhadap mereka. Dari pendalaman tersebut, E8 IPK menyimpulkan beberapa hal, pertama bahwa para santri mengamalkan ajaran ahlussunah wal jamaah (seperti kebanyakan umat Islam di Indonesia dan Malaysia) dan tidak mendukung ISIS.

Selanjutnya, terkait gambar yang ditemukan di handphone itu  diterima secara tidak sengaja melalui medsos. Karena itu mereka dibebaskan namun harus meninggalkan Malaysia saat itu juga. Mereka selanjutnya dipulangkan melalui Batam dan diserahkan untuk penanganan serta pendalaman lebih lanjut kepada Polda Kepri.

"Gambar itu didapat dari group, mereka sudah keluar dari group dan sudah menghapus gambar, tapi rupanya masih tersimpan di file manager," tutur Iqbal. (adn)

Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%