Ini Kata Pengamat soal Jaringan JAD di Indonesia

Senin, 26 Desember 2016 | 09:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
WASPADA ISIS: Lokasi penangkapan empat terduga teroris di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Foto: Pasundan Ekspres

INDOPOS.CO.ID-Pengamat terorisme Indonesia Al Chaidar mengatakan, jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) sebenarnya sudah melebur dengan Mujahidin Indonesia Barat (MIB) dengan aksi berbaiat kepada ISIS sejak 2014. JAD sendiri sebenarnya pecahan dari orang-orang dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dulu berkaitan dengan organisasi teroris asal Afghanistan Al Qaedah.

’’Namun, seiring waktu, pentolan JI sudah berguguran dan ISIS muncul ke permukaan. Akhirnya, JAD menyatakan berbaiat kepada ISIS pada 2014,’’ jelasnya.

Jaringan JAD yang terungkap akhir-akhir ini diawali dari penggerebekan laboratorium bahan peledak di Majalengka pada 23 November 2016. Dari tempat tersebut, ditangkap seorang pria bernama Rio. Dari Rio itulah polisi merunut jaringan mereka. Mulai yang di Tangsel hingga yang Purwakarta kemarin.

Purwakarta, lanjut Chaidar, memang menjadi asal mula komplotan JAD. Menurut dia, jaringan tersebut diciptakan Abu Roban pada 2006 setelah Noordin M. Top mulai bersembunyi pada tahun yang sama. Namun, saat Abu Roban tertangkap, jaringan itu mulai bergeser ke ISIS dan ditangani langsung oleh Bahrun Naim.

’’Memang, persebaran jaringan satu ini hampir sama seperti MIB, tetapi juga secara rahasia. Jadi, belum tentu jaringan di Majalengka tahu banyak soal yang di Purwakarta,’’ jelasnya.

Karena itu, Chaidar mengapresiasi upaya kepolisian yang bisa mengusut jaringan dari temuan di Majalengka. Menurut dia, polisi memang perlu upaya keras untuk mengungkap jaringan MIB yang masih kukuh. ’’Kalau MIT (Mujahidin Indonesia Timur) kan sudah melemah sejak Santoso gugur,’’ ucapnya. (idr/bil/gan/JPG/c17/nw/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%