Jalur Truk Sampah DKI Bakal Dipindah

Senin, 27 Juni 2016 | 17:31
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
indopos.co.id - Polemik lintasan truk sampah DKI Jakarta terus bergulir. Pemerintah Kota Bekasi berencana memindahkan rute lintasan truk ke Jalan Jatiasih, menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

”Kami berencana melebarkan Jalan Raya Jatiasih, agar bisa dilintasi truk sampah milik DKI. Untuk pelebarannya sendiri masing-masing tiga meter,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Jumhana Luthfie, Minggu (26/6).

Jumhana menambahkan, total panjang jalan yang rencananya akan dilebarkan itu sekitar 900 meter. Dan tak lama lagi, kata dia, pihaknya segera melakukan sosialisasi pembebasan lahan oleh bagian Pertanahan. Sebab, status lahan yang akan dibebaskan itu merupakan lahan warga. “Seluruh lahan itu merupakan lahan milik warga,” imbuhnya.

Alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk pelebaran jalan itu kata Luthfi sebesar Rp 100 miliar. Dana itu rencananya akan diajukan ke Pemprov DKI Jakarta. “Tanah tersebut milik warga, nanti setelah uang bantuan dari DKI cair, kami akan melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu proses pembayaran lahan warga,” jelas Lutfie.

Dia menambahkan, hingga sekarang Jalan Raya Jatiasih sering dilanda kemacetan. Sebab, volume yang masuk melalui jalan tersebut tidak sesuai dengan rasio jalan. Sehingga, antrian kendaraan kerap terjadi hingga pertigaaan Pasar Rebo, Jatiasih. “Targetnya tahun depan pelebaran jalan bisa selesai. Sehingga, truk sampah DKI sudah bisa melintas,” imbuhnya.

Bila rencana ini berjalan efektif, maka truk sampah milik DKI Jakarta akan menggunakan tol JORR gerbang Jatiasih dan melanjutkan perjalanan menuju TPST Bantar Gebang lewat Jalan Raya Jatiasih, Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong.

Sebelumnya, lintasan truk sampah DKI Jakarta disoal kalangan DPRD Kota Bekasi. Mereka menyoal dampak operasinya truk sampah selama 24 jam. Sebab, jalan-jalan menjadi bau akibat tersiram air lindih yang keluar dari truk.

”Pelebaran jalan jangan terkesan mendadak. Lebih dulu diajak duduk bersama dengan warga setempat. Jangan kemudian gara-gara mendahulukan kepentingan DKI, kepentingan warga setempat tidak diperhatikan,” kata anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi, Reynold Tambunan.

Meski begitu, kata Reynol, perencanaan konsep pembangunan ini harus matang. Sehingga, pelebaran jalan bisa terlaksana dengan baik. Menurut dia, konsep pelebaran harus benar-benar mengentaskan kemacetan. “Jangan sampai pembangunan ini malah membuat kemacetan baru,” tandasnya. (dny)
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%