Bicara Ronggeng ala Anak SMA Bersama Ahmad Tohari BINUS SCHOOL Serpong

Rabu, 01 Juni 2016 | 00:02
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
indopos.co.id Dalam rangka Pekan Sastra 2016, BINUS SCHOOL Serpong menggelar beberapa aktivitas yang berhubungan dengan sastra Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Bertujuan untuk meningkatkan nasionalisme dan kebanggaan akan karya anak bangsa, tahun ini, untuk sastra Indonesia BINUS SCHOOL Serpong mengundang Bapak Ahmad Tohari, penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk.


Selain itu dalam talk show tersebut, siswa-siswi juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan belajar langsung dari sang ahli sastra, yaitu Ahmad Tohari sendiri. Dalam kesempatan talk show tersebut, Ahmad Tohari berbagi pengalamannya dalam menulis, serta menyemangati siswa-siswi BINUS SCHOOL Serpong untuk mengembangkan minat dan bakatnya dalam bidang sastra.


Novel Ronggeng Dukuh Paruk merupakan salah satu sumber utama pelajaran Bahasa Indonesia di BINUS SCHOOL Serpong, oleh karena itu, Ahmad Tohari diundang untuk membagikan pengalamannya dalam menulis maupun pemikiran-pemikirannya terkait novel sehingga dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi, terutama bagi yang berminat dibidang sastra.


Dengan bertemu langsung dengan penulis, siswa-siswi BINUS SCHOOL Serpong mempraktekkan langsung hasil pembelajaran mereka di kelas, yaitu kemampuan menggali dan menganalisa sebuah karya sastra Indonesia dan secara langsung menyampaikan apresiasi mereka terhadap Ahmad Tohari dan karyanya serta menanyakan beberapa hal seputar penulisan novel Ronggeng Dukuh Paruk.


“Saya sebenarnya bukan orang yang suka membaca, baca novel Ronggeng Dukuh Paruk juga terpaksa awalnya karena nilai, tapi setelah saya baca, saya suka banget, malah dibaca dua kali. Saya mau mengucapkan terima kasih ke Bapak Ahmad Tohari karena sudah membuat saya senang membaca karya sastra Indonesia,” kata Edbert Faustine, murid kelas 11G BINUS SCHOOL Serpong, Rabu (1/6).


Acara ini diawali dengan pementasan drama singkat dari murid kelas 11 sebagai interpretasi mereka atas kisah cinta Srintil dan Rasus dalam balutan sejarah politik Indonesia masa 65 dan awal Orde Baru. Kemudian dilanjutkan dengan sesi talk show dan ditutup dengan bagi anak-anak untuk memperoleh tanda tangan bagi buku-buku karya Ahmad Tohari yang mereka miliki.


Dengan membaca sastra diharapkan siswa-siswi terbangun kepekaannya akan lingkungan sosial maupun tertanam rasa kecintaannya terhadap bangsanya oleh pemikiran-pemikiran pengarang, termasuk di dalamnya nilai-nilai sejarah, nasionalisme, maupun budaya. Selain itu, pengenalan terhadap pengarang Indonesia beserta karyanya dapat mendorong siswa untuk mengetahui dunia sastra dalam kehidupan sebenarnya sebagai salah satu tonggak kemajuan bangsa ini. (rmn)
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%